argomino adalah sebuah keunikan dunia perikanan”

12/17/2011

JIKA KAMI KATAKAN, KAMI HEBAT, ANDA MUNGKIN MENYEBUT KAMI PEMBUAL
TETAPI JIKA KAMI BILANG KAMI JELEK, ANDA TAHU KAMI BOHONG.

12/13/2011

penetasan telur gurameh menggunkan bak


Dalam tahap penetasan sebaiknya menggunakan bak, karena memiliki keunggulan yaitu mudah dikontrol. Pengontrolan yang dimaksud adalah membuang telur yang mati dengan segera, karena menyebabkan kematian atau melemahkan telur yang hidup.
Pemeliharaan di bak selama 8-11 hari atau dengan melihat melihat perubahan telur dari warna kuning menjadi kehitam hitaman. Atau setelah ada tanda gerakan dan mulai lincah bergerak dan peka terhadap gerakan tangan.
Selama 8-11 hari di bak penambahan sebanyak 3-4 kali. Aturan penggantian air yang diamksud dengan mengurangi 2/3 banyaknya air kemudian ditambah umlah yang sama.

Catatan :
Bak dan alat pengambil telur yang mati harus dijaga sterilnya
Air sumur, jernih, tidak berbau
Pengambilan telur yang mati dan lemak yang ditimbulkan pagi dan sore hari
Mengganti air bila berubah keruh
Suhu dalam ruang tetas harus "ajeg"

12/12/2011

Admin argomino berbagi prinsip

Untuk apa mencari "penghasilan tetap" dengan bekerja sama orang lain lebih baik kita "tetap berpenghasilan" dengan budidaya ikan.

"LANGKAH 1OOO MILLpun DIMULAI DARI SATU LANGKAH"

1/05/2011

Di Balik Keindahan


TUMBUHAN AIR, INDAH DAN BANYAK MANFAAT
Argomino (05/01/2011). Trend belakangan ini menunjukkan gejala kembali ke alam. Back to nature, istilah orang bule. Tak terkecuali di lingkungan rumah. Di rumah-rumah banyak tumbuhan hijau. Bahkan sudah ada usaha memanfaatkan tumbuhan (di atap rumah) untuk menghasilkan listrik. Luar biasa upaya saudara-saudara kita itu.
Dunia perikanan dengan kolam-kolamnya tak luput dari itu. Kolam-kolam terpal dengan ikan gurami di Argomino juga dihiasi dengan tumbuhan-tumbuhan air semacam kayu apu atau juga enceng gondok. Yang belakangan itu, bunganya luar biasa indah. Warnanya ungu dengan kombinasi merah dan kuning. (Foto: salah satu sudut kolam terpal dengan tumbuhan air).
Cukupkah hanya sebagai penghias saja?
Ternyata jawabannya: “Tidak!”. Jadinya? Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itu kata pepatah bijak.
Lantas apa lagi manfaatnya?
1. Tempat berlindung ikan. Ikan akan merasa aman di bawah tanaman air.
2. Untuk menangkap kotoran-kotoran yang melayang atau muncul ke permukaan.
3. Membersihkan permukaan kolam yang “nglendhang” (Jw) atau berselaput. Caranya, tumbuhan digeser (dengan bambu penahannya)dari sisi yang satu ke sisi yang lain.
4. Makanan hijauan tambahan bagi ikan.
5. Indikator kualitas air. Semakin subur tumbuhan, air kolam semakin kotor.
Sipon atau gantilah sebagian air kolam dengan air baru apabila tumbuhan air nampak semakin subur.

Lantas?
Ya .... cobalah beri tumbuhan air di kolam Anda! Luasnya kira-kira sepersepuluh permukaan kolam. Gunakan bambu atau galah untuk penahan tumbuhan. Kolam akan nampak indah bagaikan taman, sekaligus cerdas sebagai upaya preventif. Dalam kamus budidaya, bila kita mendapatkan ikan kita sakit (apalagi mati), artinya kita telah sangat terlambat.
Makanya .... sekali lagi, tanami tumbuhan air...dan bersiaplah menjemput keberhasilan dunia budidaya.

1/01/2011

TAHUN PENUH HARAPAN


KULONPROGO MENUJU BOMING PRODUK. BENARKAH?
Argomino(02/01/11). “ARGOMINO MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2011 KEPADA PEMBACA BUDIMAN, DAN SELURUH INSAN PERIKANAN, SEMOGA ALLOH SWT MERIDLOI LANGKAH KITA”
Perkembangan perikanan di Kulonprogo khususnya, dan DIY pada umumnya (atau mungkin juga di provinsi-provinsi lain) akhir-akhir ini memperlihatkan gejala meninggi. Tentu saja. Ini kan sesuai harapan Pak Menteri dan KKP juga. Di lingkup FSP saja, dalam 2 bulan terakhir ada tambahan 250-an kolam lele. Terus bagaimana nanti bila overload produksi? (Foto: kolam-kolam terpal yang mulai produktif)
Argomino sebagai pelaku perikanan senantiasa memanfaatkan silaturahmi dalam menghadapi masalah ini. Seperti yang ini.
Alhamdulillah, tanggal 28 Desember 2010 kami diundang dalam sebuah forum pertemuan pemerhati masalah Kulonprogo. Yang hadir adalah orang-orang Kulonprogo yang aktif menggerakkan Kulonprogo dalam berbagai bidang dan pemerhati atau perantau yang beredomisili di Jakarta. Dalam forum yang menampung berbagai masalah tersebut beberapa masalah krusial Kulonprogo, termasuk di dalamnya perikanan, coba dicari pemecahannya. Dari narasumber yang hadir kita menangkap berbagai peluang dan arah yang sudah terbuka di Ibukota. Berbagai kiat pengembangan dan pemberdayaan masalah Kulonprogo juga dikemukakan. Singkat cerita, berbagai kemungkinan kelebihan produksi perikanan telah diantisipasi. Berbagai produk olahan, pengemasan, dan outlet-outlet akan disiapkan di Ibukota. Saat ini pun outlet telah berjalan, dan selalu dalam evaluasi. Jadi, tak perlu khawatir dengan kemungkinan buruk. Selama kita usaha, jalan akan terbuka buat kita. Sebelumnya terimakasih kepada Bapak-bapak yang dengan tulus peduli dengan Kulonprogo. Kami optimis karena beliu-beliu orang nonpartai, bukan tebar harap dan tebar pesona. Bersama-sama kita bisa bisa. He … he…